Lubang Resapan Biopori (LRB)

Juli 11, 2008 at 8:19 pm 4 komentar

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah (Gambar 1.) Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman (Gambar 2). Gambar 3 menunjukkan penampang dari lubang resapan biopori.

Photobucket
Gambar 1 Lubang resapan biopori

Photobucket
Gambar 2 Foto Mikroskop Elektron dari Lubang Cacing dan Akar pada Matriks Tanah (dalam lingkaran kuning)

Photobucket
Gambar 3. Sketsa Penampang Lubang Resapan Biopori

KEUNGGULAN DAN MANFAAT
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara :
(1) meningkatkan daya resapan air,
(2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan
(3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria. (Gambar 1)

Photobucket
Gambar 1. Keunggulan Lubang Resapan Biopori

Meningkatkan Daya Resapan Air
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm2 atau hampir 1/3 m2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm2.

Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.

Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
Lubang resapan biopori “diaktifkan” dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai “pabrik” pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.

Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman
Seperti disebutkan di atas. Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan “saluran” air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tumbuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.

Dengan hadirnya lubang-lubang resapan biopori dapat dicegah adanya genangan air, sehingga berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah (filariasis) akan dapat dihindari.

LOKASI PEMBUATAN
Lubang resapan biopori dapat dibuat di dasar saluran yang semula dibuat untuk membuang air hujan (Gambar 1), di dasar alur yang dibuat di sekeliling batang pohon (Gambar 2.) atau pada batas taman (Gambar 3.)

Photobucket
Gambar 1. LRB pada Dasar Saluran

Photobucket
Gambar 2 . LRB di Sekeliling Pohon

Photobucket
Gambar 3. LRB pada Batas Taman

CARA PEMBUATAN
1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 – 100 cm
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 – 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

JUMLAH LRB YANG DISARANKAN
Jumlah lubang yang perlu dibuat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
Jumlah LRB = intensitas hujan(mm/jam) x luas bidang kedap (m2) / Laju Peresapan Air per Lubang (liter/jam)

Sebagai contoh, untuk daerah dengan intensitas hujan 50 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada 100 m2 bidang kedap perlu dibuat sebanyak (50 x 100) / 180 = 28 lubang.

BIla lubang yang dibuat berdiameter 10 cm dengen kedalaman 100 cm, maka setiap lubang dapat menampung 7.8 liter sampah organik. Ini berarti bahwa setiap lubang dapat diisi dengan sampah organik selama 2-3 hari. Dengan demikian 28 lubang baru dapat dipenuhi dengan sampah organik yang dihasilkan selama 56 – 84 hari. Dalam selang waktu tersebut lubang yang pertama diisi sudah terdekomposisi menjadi kompos sehingga volumenya telah menyusut. Dengan demikian lubang-lubang ini sudah dapat diisi kembali dengan sampah organik baru dan begitu seterusnya.

PhotobucketALAT DAN PEMESANAN ALAT
Lubang resapan biopori dibuat dengan menggunakan bor tanah. Tim Biopori IPB menyediakan bor tanah yang telah disesuaikan untuk keperluan pembuatan LRB. Sementara ini kami menyediakan satu tipe bor LRB seperti tertera pada Gambar 1. Berbagai modifikasi bor sedang kami rancang dan akan kami beritahukan kemudian.

Bor Type L01 ini dibuat dari besi pilihan dengan dimensi: panjang 120 cm dan diameter mata bor 10 cm. Panjang tangkai 40 cm. Bor Type L01 dijual dengan harga Rp. 175.000,- per buah. Bor dapat dikirim ke seluruh tempat di Indonesia yang dapat dijangkau dengan jasa pengiriman TIKI. Ongkos kirim akan ditambahkan pada harga bor, disesuaikan dengan jarak dan pilihan priotas pengiriman. Bagi anda yang ingin menggunakan jasa pengiriman lain bisa memberitahukan kami.

Pemesanan (online) dapat dilakukan melalui email ke sekretariat@biopori.com atau SMS ke: 0817225172 (Wahyu Purwakusuma). Cara pembayaran secara online saat ini hanya bisa dilayani dengan menggunakan transfer bank. Barang akan dikirim segera setelah transfer kami terima.

TRAINING PERESAPAN AIR DENGAN METODE BIOPORI
Tim Biopori IPB menyelenggarakan kursus singkat bagi para peminat teknologi peresapan air dengan biopori. Training akan dilaksanakan dalam waktu 2 hari dengan proporsi materi: 40% teori dan 60% praktikum. Materi yang disampaikan sebagian besar berupa materi ilmiah populer, sehingga diharapkan akan mudah dicerna oleh peserta dengan berbagai latar belakang. Dalam satu penyelenggaraan jumlah peserta yang bisa dilayani minimal 5 orang. Biaya training sebesar Rp. 1.000.000,- per orang untuk “commercial service” (untuk “non commercial service” silahkan kontak sekretariat). Biaya tersebut sudah termasuk kit traning, snack, makan siang, dan sertifikat. Penginapan dan transportasi ditanggung oleh peserta.

Materi yang akan disampaikan diantaranya adalah:
• Pengetahuan Populer Konservasi Tanah dan Air
• Sejarah dan Latar Belakang Metode Peresapan Biopori
• Aspek Estetika Peresapan Biopori
• Teknik Peresapan Biopori di Daerah Pemukiman
• Teknik Peresapan Biopori pada Lahan Pekarangan dan Kebun
• Teknik Peresapan Biopori pada Areal Pertanian/Perkebunan
Training dapat dilaksanakan di Kampus IPB, Darmaga Bogor atau di tempat peserta. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi sekretariat Biopori IPB atau SMS ke 0817225172 (Wahyu Purwakusuma).

TIM BIOPORI
Tim Biopori IPB adalah staf pengajar pada Bagian Konservasi Tanah dan Air, Depertemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB yaitu:
Ketua :
• Kamir R Brata
Anggota :
• Wahyu Purwakusuma
• Yayat Hidayat
• Enny Dwiwahyuni
• DP.Tejo Baskoro
• Maspdin

SEKRETARIAT

TIM BIOPORI IPB
BAGIAN KONSERVASI TANAH DAN AIR
DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN
FAKULTAS PERTANIAN – IPB
JL. MERANTI KAMPUS IPB DARMAGA BOGOR
TELEPON : 0251 – 422321
e-mail: sekretariat@biopori.com
HP. 0817225172 (Wahyu Purwakusuma)

Source : www.biopori.com

About these ads

Entry filed under: Green News. Tags: , , , , , .

Sejarah WWF Indonesia Stop TV Pada 20 Juli!

4 Komentar Add your own

  • 1. mohammad thahir  |  Februari 9, 2009 pukul 6:45 am

    Saya mengagumi cara kerja biopori meskipun saya belum pernah mempraktekan langsung. Saya kebetulan bertempat tinggal di Tanjung Priok yang sejak 7 tahun terakhir sering kemasukan air kedalamrumah baik luapan dari pekarangan maupun resapan dari bawah lantai. Saya sudah lama ingin membuat lubang biopori dipekarangan tetapi tidak punya alatnya, sedang petugas lingkngan (lurah,RT,RW) tidak pernah mensosialisasikannya .
    Saya ingin memiliki alat tersebut, saya perlu informasi lebih lanjut.
    Terima kasih.-

    Balas
  • 2. Tya  |  Februari 23, 2009 pukul 1:28 pm

    Trims bnyak atas infonya…

    Lagi nyari2 tentng sumur resapan neh…

    Balas
  • 3. iwan sutikno  |  Oktober 6, 2009 pukul 2:23 am

    saya membutuhkan alat pembuat lubang resapan yang menggunakan mesin, dan berapa harganya ?

    Balas
    • 4. bluekaizen  |  Januari 2, 2010 pukul 12:07 am

      kalo untuk mesin pembuat lubang resapan biopori saya belum pernah dengar, kebanyakan teman2 menggunakan bor manual biopori yang bisa didapat di situs resmi biopori atau dibuat sendiri. terimakasih.

      Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


feed

Testimonial

Selamat datang di BeritaBaik. Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda.

Silahkan berkunjung ke Griya Maya saya yang baru : YudhaKaryadi.com
Yudha Karyadi

Hot News

Photobucket

Download e-book Membongkar Gurita Cikeas di Griya Knowledge.

Archives

Kategori

Latest Posts

Statistics

Visitors

  • 78,513 person

Sponsors


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: