Keranjang Takakura

Juli 29, 2008 at 6:11 pm 8 komentar

Sejarah
takakuraKeranjang kompos Takakura adalah hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah organik. Selama kurang lebih setahun, Mr. Takakura bekerja mengolah sampah dengan membiakkan bakteri tertentu yang ’memakan’ sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan.

Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr. Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering. Jenis bakteri yang dikembang biakkan oleh Takakura inilah yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut ’Takakura Home Method’ yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama ‘Keranjang Takakura.’

Selain Sistem Takakura Home Method, Mr. Takakura juga menemukan bentuk-bentuk lain ada yang berbentuk ’Takakura Susun Method’, atau modifikasi yang berbentuk tas atau kontainer. Penelitian lain yang dilakukan Takakura adalah pengolahan sampah pasar menjadi kompos. Akan tetapi Takakura Home Method adalah sistem pengomposan yang paling dikenal dan disukai masyarakat karena kepraktisannya.

Mr. Takakura, melakukan penelitian di Surabaya sebagai bagian dari kerjasama antara Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu di Jepang. Kerjasama antar kedua kota difokuskan pada pengelolaan lingkungan hidup. Kota Kitakyushu terkenal sebagai kota yang sangat berhasil dalam pengelolaan lingkungan hidup. Keberhasilan kota Kitakyushu sudah diakui secara internasional. Karena keberhasilan kota Kitakyushu itulah kota Surabaya melakukan kerjasama pengelolaan lingkungan hidup. Bentuk kerjasama berupa pemberian bantuan teknis kepada kota Surabaya.

Sampah yang bisa diolah

  • Sisa sayuran.
    Idealnya sisa sayuran tersebut belum basi. Namun bila telah basi, cuci sayuran tersebut terlebih dahulu, peras, lantas buang airnya. Untuk sayuran yang bersantan, lakukan hal yang sama.
  • Sisa nasi.
  • Sisa ikan, ayam, kulit telur dll.
  • Sampah buah yang lunak (anggur, kulit jeruk, apel, dan lain-lain). Hindari memasukkan kulit buah yang keras seperti kulit salak.

Cara pembuatan keranjang Takakura
susunan_takakura

  • Persiapkan wadah atau keranjang berukuran 40 liter atau yang sekiranya cukup untuk menampung sampah. Pilihlah keranjang yang berlubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara. (lihat gambar) Tempatkan keranjang pada tempat yang teduh, tidak kena hujan dan sinar matahari langsung serta memiliki sirkulasi udara yang bagus. Letakkan penyangga (batu bata atau bisa yang lain) pada bagian bawah keranjang agar aliran udara bisa masuk.
  • Masukkan sekam kedalam suatu wadah dan tempatkan pada bagian bawah keranjang. Bantalan sekam berfungsi menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.
  • Cari kardus bekas yang muat masuk kedalam keranjang untuk menampung bahan-bahan yang akan dikomposkan. Letakkan kardus di atas bantalan sekam.
  • Isi wadah dengan starter atau kompos kurang lebih setebal 5 cm. Kompos berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai.
  • Masukkan bahan yang akan dikomposkan. Bahan-bahan yang akan dikomposkan sebelum dimasukkan ke keranjang harus dipotong kecil-kecil ukuran 2 cm x 2 cm. Semakin kecil ukuran akan semakin cepat terurai. Jika terlalu basah, tambahkan sekam atau serbuk kayu gergajian.
  • Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bila perlu tambahkan selapis kompos yang sudah jadi. Agar kompos beraroma jeruk, anda bisa menambahkan kulit jeruk ke dalam keranjang.
  • Untuk memastikan proses pengomposan berjalan, letakkan tangan kita 2 cm dari kompos. Bila terasa hangat, dapat dipastikan proses pengomposan bekerja dengan baik. Jika tidak, percikkan sedikit air untuk memicu mikroorganisme bekerja. Bisa jadi kompos terlalu kering sehingga memerlukan air.
  • Lakukan kegiatan tersebut berulang-ulang selama 40 – 60 hari. Bahan yang telah menjadi kompos akan berwarna hitam, tidak berbau dan tidak becek.

Catatan

  • Satu keranjang dapat memuat sampah yang dihasilkan oleh satu keluarga yang beranggotakan 7 orang. Sampah yang diolah maksimal 1,5 kg per hari, semakin sedikit sampah maka proses pengomposan akan semakin cepat berlangsung.

keranjang_takakura

Cara pemanenan

  • Bila kompos di dalam Keranjang Takakura telah penuh, ambil 1/3-nya dan kita matangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya.

keranjang_takakura

Referensi
Clearwaste
Loenpia
Keranjang Takakura
Blogsampah
Tabloid Nova


No Minimum Payout

About these ads

Entry filed under: Green News. Tags: , , .

Tayangan Aman, hati-hati dan bahaya Hidup Selaras Dengan Alam Kurangi Pemanasan Global

8 Komentar Add your own

  • 1. Edwin M  |  September 6, 2008 pukul 4:25 pm

    Saya akan mencoba metode takakura ini, mudah-mudahan dapat dikembangkan dikampung saya.

    Balas
  • 2. fau  |  Januari 15, 2009 pukul 1:22 am

    artikel2 kamu bagus banget. inspiratif!! saya kopi yah buat di praktekkan. tks

    Balas
  • 3. helga  |  April 26, 2009 pukul 5:34 pm

    saya sudah coba, tapi kenapa ada semut merah ya….

    Balas
  • 4. Cak Di  |  April 28, 2009 pukul 3:54 am

    Artikel yg baik, saya copy buat di sosialisasikan di kampung saya dan di praktekan ya, kalau hasil nya tidak sesuai atau gagal tolong di bantu agar berhasil ya,.. biar kampung saya bisa lebih bersih.

    Balas
  • 5. yust  |  November 2, 2009 pukul 4:52 am

    staternya apa cukup dgn kompos i,ato prlu tmbhn bahan lainya,krna sya prnh baca selain kompos ada bahan lainya yg di tambahkan yaitu ragi dan air tetes tebu

    Balas
    • 6. bluekaizen  |  Januari 2, 2010 pukul 12:11 am

      penggunaan kompos sebagai starter sebenarnya sudah cukup, namun untuk mempercepat pembusukan dapat juga menambahkan ragi dan air tebu. terimakasih.

      Balas
  • 7. tika  |  Maret 2, 2010 pukul 5:36 am

    aku lg nyari artikel ttg keranjang takakura.. akhirnya nemu juga :) thanks, nice info.. aku copy di blog yah.. tnx! ^_^d

    Balas
  • 8. mamah ridha  |  Maret 10, 2010 pukul 9:12 am

    saya sangat tertarik dgn methode pengolahan sampah ini sepertinya mudah di praktekan sy akan mencoba

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


feed

Testimonial

Selamat datang di BeritaBaik. Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda.

Silahkan berkunjung ke Griya Maya saya yang baru : YudhaKaryadi.com
Yudha Karyadi

Hot News

Photobucket

Download e-book Membongkar Gurita Cikeas di Griya Knowledge.

Archives

Kategori

Latest Posts

Statistics

Visitors

  • 76,011 person

Sponsors


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: