Posts filed under 'Kontroversi'
Jam Masuk Anak Sekolah Dimajukan, Solusi Kemacetan?
Pemprov DKI Jakarta mulai Januari 2009 memerintahkan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB, dari sebelumnya pukul 07.00 WIB. Pemprov beralasan, dengan anak-anak sekolah masuk lebih awal bisa mengurangi kemacetan yang terjadi di Jakarta. (detik.com)
Hal di atas pasti akan menimbulkan kontroversi bagi banyak pihak, terutama yang berkaitan secara langsung dengan kebijakan tersebut seperti anak sekolah, orangtua dan para pegawai. Pemerintah juga akan mengatur waktu masuk bagi pegawai negeri. Untuk Jakarta Utara dan Jakarta Pusat pukul 07.30 WIB sedangkan Jakarta Barat dan Jakarta Timur pukul 08.00 WIB. Untuk Jakarta Selatan karena paling banyak pukul 09.00 WIB. Untuk karyawan swasta Pemerintah hanya akan menyampaikan himbauan dan ajakan. Mari kita coba bahasa positif dan negatif dari adanya Peraturan Gubernur yang akan mulai diberlakukan pada Januari 2009.
Menurut Wagub DKI Jakarta, Prijanto ada beberapa dampak positif dari kebijakan ini :
- dapat mengurangi kemacetan sebesar 6-14 persen
- waktu tempuh ke sekolah menjadi lebih singkat
- penggunaan bahan bakar menjadi lebih ekonomis
- siswa menjadi lebih segar
Sedangkan menurut Dr. Andreas Prasadja, dokter teknologi tidur RS Mitra Kemayoran kebijakan ini justru akan berdampak pada menurunya kualitas pendidikan, prestasi akademis dan perilaku anak-anak kita. Ditambahkan Andreas, kondisi kurang tidur ini akibatnya bisa semakin buruk. Misalnya, menimbulkan kekerasan, kenakalan dan masalah emosional.
Sebenarnya kebijakan ini memiliki maksud dan tujuan yang baik, tapi ada beberapa hal yang sebenarnya bisa lebih dioptimalkan seperti penggunaan Bis Sekolah yang pernah diberlakukan dan akhir-akhir ini terhenti karena kurang pembiayaan
Ingin menyampaikan pendapat atau uneg2? Silahkan…melalui comment box ya.
Add comment November 22, 2008
Eksekusi Amrozi cs
Akhirnya, setelah menunggu dalam ketidakpastian dan situasi yang cukup menegangkan Amrozi cs telah dieksekusi dini hari tadi. Innalillahi…semoga arwah mereka diterima oleh Allah SWT. Eksekusi ini walaupun mungkin merupakan berita duka untuk keluarga, kerabat dan pendukung Amrozi cs tapi tetap ada hikmah dan beritabaik yang dapat kita ambil dari kejadian tsb.
BeritaBaiknya adalah pemerintah telah bertindak adil dan tegas (walaupun butuh waktu) untuk memberi hukuman kepada pihak yang melakukan tindakan pidana (dalam hal ini Amrozi cs). Hal ini tentu saja membuat lega hati para korban maupun keluarga korban Bom Bali. Mereka merasa lebih tenang karena pelaku telah mendapatkan hukuman yang setimpal. Hikmah yang dapat kita ambil adalah kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan.
Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa tsb.
1 comment November 9, 2008
Demi Uang Zakat 30.000, 21 Nyawa Dikorbankan
Hari ini (Senin, 15 Sept 2008) saat berbuka puasa terdengar kabar yang begitu miris dan memprihatinkan. Suatu berita yang menunjukkan kepada kita betapa kemiskinan masih bernaung di negeri ini. Di Pasuruan, 21 orang tewas akibat terinjak-injak pada saat mengantri pembagian uang zakat yang hanya Rp 30.000,-. Sebegitu rendahkah harga nyawa seorang manusia? Pembagian zakat ini dilakukan oleh keluarga H. Syaikon sejak tahun 1975 dan tahun-tahun sebelumnya tidak pernah (atau belum?) terjadi insiden seperti ini hanya ada beberapa orang yang pingsan karena dorong-dorongan dan berdesak-desakan saat mengantri.
Seharusnya hal-hal seperti ini tidak harus terjadi kalau orang-orang kaya negeri ini yang niatnya ingin berbuat kebaikan mewujudkannya dengan cara-cara yang baik pula. Mereka harusnya memikirkan bagaimana mekanisme pembagian zakat yang baik, yang tidak semakin menyengsarakan kaum fakir. Saat insiden terjadi, ribuan orang sudah berkumpul mulai pukul 6 pagi, empat jam sebelum pembagian zakat dimulai. Yang aneh dan kebangetan adalah, apakah si pembagi zakat tidak mengetahui kalau ada puluhan ibu-ibu berusia 35-65 tahun yang terinjak-injak, berdesakan, dehidrasi dan kekurangan oksigen? Tidak ada tenaga medis yang disediakan ataupun petugas yang mengatur tertibnya antrian, acara ini juga terselenggara tanpa ada pemberitahuan kepada RT, RW maupun kepolisian setempat. Sebagian besar korban, saat diselamatkan sudah tewas di tempat kejadian. Hati ini begitu marah dan jengkel dengan adanya hal ini, harusnya orang kaya yang membagikan zakat (dalam hal ini keluarga H Syaikon) dijadikan tersangka pembunuhan karena mereka telah menghilangkan nyawa orang lain.
Mengapa mereka tidak pernah belajar dari pengalaman? Tahun-tahun sebelumnya, hal ini selalu terjadi dan berulang terus di tahun selanjutnya. Niat baik harus diwujudkan dengan pelaksanaan yang baik, jangan menganggap enteng nyawa seseorang. Hanya karena 30rb mereka harus mengeluarkan uang ratusan ribu untuk membiayai biaya rumah sakit bahkan merelakan nyawa mereka.
Gambar di atas mungkin bisa menunjukkan suatu mekanisme pembagian zakat yang lebih baik. Penerima zakat dipersilahkan untuk duduk terlebih dahulu sembari menunggu antrian yang ada. Antrian bisa menggunakan kartu ataupun kupon agar lebih tertib dalam pembagian. Membagi zakat berbeda dengan memberi makan ayam, harus ada panitia dan rencana yang disusun secara matang. Untuk berbuat baik, kita juga harus mempertimbangkan segala aspek. Jangan sampai niat baik yang kita laksanakan malah akan merugikan orang lain. Sudah banyak badan amil yang didirikan untuk membantu masyarakat penyalur dan penerima zakat namun seringkali orang kurang percaya kepada orang lain dan lebih mantap kalau bisa memberikan zakat secara langsung. Semoga peristiwa pahit ini tidak terulang kembali dan bisa menjadi sarana bagi semua pihak untuk berintrospeksi diri.
Gambar diambil dari : detik.com
Berita lainnya :
h syaikon panitia terancam hukuman 5 tahun penjara
niat h syaikon berzakat langsung sempat ditentang keluarga
1 comment September 15, 2008




Selamat datang di BeritaBaik. Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda.


