Earth Hour : Bumi atau Pemanasan Global
Sejarah
EARTH HOUR merupakan kampanye perubahan iklim global WWF. Individu, pelaku bisnis, pemerintah dari berbagai negara di semua belahan dunia akan mematikan lampu selama satu jam sebagai pernyataan dukungan upaya penanggulangan perubahan iklim pada Sabtu, 28 Maret pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).
Earth Hour dimulai di Sydney pada 2007, ketika 2,2 juta rumah dan pelaku bisnis mematikan lampu selama satu jam. Pada 2008, pesannya telah berkembang menjadi gerakan global yang berkesinambungan, dengan 50 juta orang mematikan lampu mereka, begitupula dengan bangunan-bangunan terkenal di dunia seperti Jembatan Golden Gate di San Francisco, Colosseum di Roma, Opera House di Sydney dan billboard Coca Cola di Times Square.
Pada 2009, Earth Hour telah melangkah lebih jauh, yaitu dengan target menjangkau 1 miliar orang memadamkan lampu mereka sebagai bagian dari aksi bersama dunia. Tahun ini, Earth Hour telah berubah menjadi sebuah pemilihan global pertama, untuk memilih Bumi atau pemanasan global.
Tahun ini, untuk pertama kalinya Earth Hour dilakukan di Indonesia, di mana Jakarta dipilih menjadi kota pertama tempat penyelenggaraannya.
Pada Sabtu, 28 Maret 2009, tepat pukul 20.30, masyarakat Jakarta akan menyaksikan dan menjadi bagian dari aksi global dalam memadamkan lampu selama 1 jam.
Memadamkan lampu di DKI Jakarta 1 jam, sama dengan:
= 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa)
= mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta
= mengurangi emisi sekitar 284 ton CO2
= menyelamatkan lebih dari 284 pohon
= menghasilkan O2 untuk lebih dari 568 orang.
Yang bisa kita lakukan bersama:
1. DAFTARKAN DIRIMU. Jadikan dirimu bagian aksi bersama dunia.
2. JADI JURU KAMPANYE EARTH HOUR. Ceritakan Earth Hour ke semua teman, orang tua, saudara, dan rekan kerja. Jangan lupa mengajak untuk melakukan hal sama yang kamu lakukan.
3. BERBAGI IDE. Beritahu dunia apa yang akan kamu lakukan pada Earth Hour. Jadikan cerita, foto dan videomu sebagai inspirasi orang lain.
sumber : WWF Indonesia
Add comment Maret 15, 2009
7 Prioritas Perekonomian RI di 2009
Jakarta – Pemerintah telah menetapkan 7 prioritas untuk perekonomian Indonesia di tahun 2009. Mulai dari penanganan pengangguran hingga upaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan hanya sekitar 4,5% di tahun 2009.
Tujuh prioritas perekonomian 2009 itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam konferensi pers usai memimpin rapat koordinasi di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (31/12/2008).
SBY mengungkapkan, dirinya mendengarkan laporan sekaligus memimpin rakor di Depkeu. Presiden mendengarkan laporan dan presentasi dari pejabat menko perekonomian sekaligus Menkeu. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan masalah-masalah fundamental dari pengelolaan APBN 2009.
“Sebagaimana diketahui, jajaran Depkeu malam ini akan kerja lembur untuk mencatat semua yang berkaitan dengan penerimaan negara. Lalu mengenai realisasi APBN 2008 pada posisi terkini, apakah itu penerimaan, belanja dan angka defisit. Dan juga implementasinya di kementerian/lembaga dan Pemda untuk mengetahui performa APBN seperti apa,” jelas presiden.
Selain itu juga dilaporkan mengenai prospek ekonomi di 2009 yang dipengaruhi oleh perekonomian global. Berikut 7 hal yang menjadi prioritas dalam perekonomian 2009:
1. Mengatasi kemungkinan pengangguran baru akibat krisis perekonomian global.
2. Mengelola inflasi.
“Bulan ini saya mendapat informasi bahwa terjadi deflasi. Tahun depan mudah-mudahan akan lebih baik lagi,” ujar presiden.
3. Menjaga pergerakan sektor riil.
“Oleh karena itu, kebijakan yang kita ambil seperti insentif fiskal oleh menteri keuangan itu untuk menyelamatkan sektor riil agar perusahaan menyelamatkan tenaga kerjanya sehingga tidak melakukan PHK,” imbuh presiden.
4. Mempertahankan daya beli masyarakat.
“Tahun depan kan gaji akan kita naikkan lagi, demikian pula gaji ke-13. Bagi yang tidak memiliki gaji, kita ada berbagai program-program dalam APBN,” jelasnya.
5. Melindungi masyarakat miskin. Pemerintah telah menyiapkan beberapa skim untuk program pengentasan kemiskinan.
6. Memelihara kecukupan pangan dan energi.
“Alhamdulillah beras kan tahun ini sudah mencapai swasembada. Energi seperti BBM dan gas sudah makin diminati masyarakat,” ujarnya.
“Anda selalu memperhatikan harga internasional. Pergerakan harga minyak terus kita pantau dan pada saatnya kita sesaikan harga BBM dalam negeri sesuai harga minyak internasional dan juga kapasitas APBN,” tambahnya.
7. Menjaga pertumbuhan ekonomi
Menurut presiden, pertumbuhan ekonomi 2008 yang mencapai 6% merupakan level yang cukup baik di masa krisis.
Namun karena semua negara mengkoreksi pertumbuhan ekonominya ke bawah tahun depan, kita harap tahun depan kita bisa memelihara angka pertumbuhan ekonomi yang pantas. Saya berharap bisa di atas 4,5%. Itu angka yang sangat realistis, bahkan kalau kita kerja keras bisa lebih dari itu. Jadi mari kita mulai tahun 2009 dengan penuh semangat,” pungkas presiden.
sumber : detikFinance
Add comment Januari 2, 2009
Greenpeace Supporter Indonesia Gathering
Kami mengundang anda untuk menghadiri acara Greenpeace Supporter Gathering di Bandung. Di acara ini anda berkesempatan bertemu salah satu tim Greenpeace yang akan memutar film hasil kerja kami di Hutan Indonesia, selain itu anda juga dapat mengikuti beberapa acara lainnya, seperti : Lelang Kaos Kampanye Greenpace, Petisi Forest Defender Indonesia dan Foto Corner Greenpeace.
Tempat : Café Halaman, Jl Taman Sari No.92 Bandung, Jawa Barat
Tanggal : Sabtu, 13 Desember 2008 Waktu : 15.00 wib – 18.00 wib
Silahkan konfirmasi kami jika anda ingin menghadiri acara tersebut, dengan menghubungi Supporter Services Greenpeace di 021-32839760 / 021-3156533 atau mengirimkan email ke supporterservices.id@greenpeace.org sehingga kami dapat menyediakan satu tempat untuk anda, keluarga dan teman anda.
Salam Hijau Damai Supporter Services Greenpeace
sumber : supporter Greenpeace
1 comment November 29, 2008





