Jika Kyai Dipertuhankan

Juni 13, 2008 at 12:52 am Tinggalkan komentar

Judul di atas saya ambil dari sebuah buku yang saya baca saat saya SMA dulu, sudah lama memang namun sampai saat ini masih up to date karena kelakuan si kyai belum banyak berubah. Kyai dan ulama merupakan penerus para nabi dan memang mereka layak untuk dihormati karena samudera ilmu mereka yang luas dan kedekatan hati mereka dengan sang Pencipta.

Namun kebanyakan, umat Islam pedesaan alias tradisional memperlakukan kyai seperti halnya selebritis bahkan lebih. Apa yang dikatakan kyai adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan tanpa perlu dipertanyakan. Meminum air bekas cucian kakinya ibarat meminum air zam-zam yang menyembuhkan berbagai penyakit. Makanan sisa sang kyai merupakan makanan yang lebih besar kandungan berkahnya. Bahkan kalau sang kyai menyuruh dia untuk masuk ke sumur atau berenang di Pantai Selatan pun akan ia lakukan tanpa berpikir benar atau tidaknya perintah sang kyai.

Seperti kita ketahui di Indonesia ada 2 organisasi (saya bingung istilahnya) dengan massa paling besar yaitu NU dan Muhammadiyah. Dimana kita ketahui bersama bahwa Muhammadiyah lebih maju atau lebih modern dibandingkan NU. NU cenderung kepada pondok pesantren di pedesaan dengan unsur budaya yang melekat kuat. Muhammadiyah lebih moderat dan berpikiran terbuka dengan universitas dan sekolah-sekolahnya di Indonesia.

Kembali pada sang kyai tadi. Tidak seharusnya kita berlaku berlebihan terhadap sang kyai. Kan kita semua tahu bahwa yang berlebihan itu tidak baik. Kalau kita lihat basis massa kyai tadi di Jawa Timur memang banyak apalagi setelah kyai mereka dihina oleh pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab mereka bahkan mengisi ilmu kebal untuk membubarkan FPI secara paksa. Rasulullah saja yang dilempar batu di Thaif berdarah, masak mereka yang bukan nabi bisa tahan bacok, ilmu dari mana itu? Apa mereka kerjasama dengan jin dan setan? Itulah yang patut kita pertanyakan.

Yang namanya fanatik berlebihan memang tidak baik, di saat FPI memperjuangkan kebaikan yang memang jelas harus diperjuangkan eh sang kyai malah menantang pemerintah lewat jalur pengadilan bila pemerintah benar-benar membubarkan Ahmadiyah. Dimanakah otak pikiran pengikut sang kyai disaat agama Islam dinodai oleh Ahmadiyah? Kasarnya orang buta yang dituntun oleh orang buta. Kata Habib Rizieq, Buta Mata dan Buta Hatinya.

Sudah seharusnya kyai tersebut sadar dan tidak haus kekuasan, dia harus bisa ngaca bagaimana kondisi dia saat ini. Alangkah lebih baik jika sisa umurnya dibaktikan untuk berjuang di jalan Allah, bukan untuk memperjuangkan kekuasaan dunia. Biarkanlah kaum muda yang lebih bugar, sehat dan segar pikirannya menahkodai negeri ini.

Entry filed under: Kontroversi. Tags: , , , .

Mencari Uang di Mesin Pencari Honda Beat si Baby Vario

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


feed

Testimonial

Selamat datang di BeritaBaik. Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda.

Silahkan berkunjung ke Griya Maya saya yang baru : YudhaKaryadi.com
Yudha Karyadi

Hot News

Photobucket

Download e-book Membongkar Gurita Cikeas di Griya Knowledge.

Archives

Kategori

Statistics

Visitors

  • 94,616 person

Sponsors


%d blogger menyukai ini: